Scroll
About
Presentation
Project
Contact
26 Mar 2024

5 JENIS LAYOUT DALAM DESAIN INTERIOR


Dalam desain interior, terdapat berbagai macam tata letak (layout) yang dapat dipilih, tergantung pada ukuran dan fungsi ruang, serta preferensi estetika dan fungsionalitas. Berikut adalah lima layout umum yang sering digunakan dalam desain interior.

Open plan layout atau tata letak terbuka merupakan konsep desain yang menggabungkan beberapa ruangan atau area dalam satu ruang tanpa sekat dinding yang menghalangi. Misalnya, ruang tamu, ruang makan, dan dapur sering kali digabungkan dalam tata letak terbuka. Ruangan-ruangan ini biasanya terhubung secara visual, menciptakan kesan ruang yang lebih luas dan aliran yang lebih terbuka antar ruangan. Dengan menghilangkan dinding, cahaya alami dapat dengan mudah memasuki ruangan dari berbagai arah, menciptakan suasana yang terang dan terbuka. Tata letak terbuka juga memfasilitasi interaksi antar penghuni rumah, karena tidak ada batasan fisik yang memisahkan mereka di ruang yang berbeda.

Linear layout atau ata letak linear adalah pendekatan desain yang menempatkan elemen-elemen utama dalam ruangan sepanjang satu garis lurus atau sumbu. Contohnya adalah penempatan sofa, meja kopi, dan kursi bersejajar di sepanjang dinding ruang tamu. Tata letak ini sering dipilih untuk ruangan yang panjang dan sempit, karena memaksimalkan penggunaan ruang tanpa membuatnya terasa terlalu sesak. Namun, tata letak ini juga dapat menciptakan kesan ruang yang terlalu formal atau kaku, tergantung pada cara penataannya.

L-shaped layout atau tata letak L-shape melibatkan penempatan elemen desain dalam pola bentuk huruf L. Ruangan dapur yang berdekatan dengan ruang makan dan ruang keluarga adalah contoh umum dari tata letak ini. Penempatan sudut memanfaatkan ruang secara efisien dan menciptakan aliran yang nyaman antar ruangan. Tata letak L-shape cocok untuk ruangan yang memiliki bentuk tidak biasa, seperti ruangan yang memanjang atau ruangan dengan sudut-sudut yang tidak teratur.

U-shaped layout atau tata letak U-shape melibatkan penempatan elemen desain sepanjang tiga sisi ruangan, membentuk pola huruf U. Ruang dapur yang memiliki lemari penyimpanan di sekitar tiga dinding adalah contoh dari tata letak ini. Tata letak U-shape ideal untuk memaksimalkan ruang penyimpanan dan memberikan lebih banyak area kerja di dapur. Namun, tata letak ini dapat membuat ruangan terasa terlalu sesak jika tidak dikelola dengan baik, dan dapat menghasilkan aliran yang tidak optimal jika elemen-elemennya tidak ditempatkan dengan bijak.

Circular layout atau tata letak circular melibatkan penempatan elemen desain di sekitar pusat atau dalam pola lingkaran. Misalnya, penempatan sofa dan kursi mengelilingi meja kopi di tengah ruang tamu adalah contoh dari tata letak ini. Tata letak circular menciptakan suasana yang ramah dan mengundang, serta memfasilitasi percakapan antara penghuni dengan menyediakan area duduk yang menghadap satu sama lain. Namun, tata letak ini mungkin kurang efisien dalam memanfaatkan ruang, terutama dalam ruangan yang memiliki bentuk tidak biasa atau ukuran yang terbatas.






Chat us on whatsapp