Scroll
About
Presentation
Project
Contact
18 Feb 2026

Executive Dining Lounge: Oriental Classic untuk Ruang Kantor Premium


1. Konsep Utama: Ruang Jamuan, Bukan Sekadar Ruang Makan

Ini bukan pantry biasa. Ruang ini memang dirancang sebagai executive dining lounge untuk kantor—tempat manajemen menerima klien penting, menggelar makan siang direksi, sampai private celebration internal.
Bahasanya jelas: hospitality level di dalam kantor, dengan bahasa desain Oriental Classic yang dieksekusi secara modern dan rapi.

Fokus utamanya:

  • Membuat klien merasa sedang diundang ke private dining hotel bintang lima, bukan hanya “ruang makan kantor”.

  • Menjaga aura corporate dan profesional, tapi tetap hangat dan nyaman untuk obrolan mendalam.

  • Menggunakan storytelling visual dari budaya Timur: crane, koi, panel tekstil, dan pola karpet yang menyerupai guratan tinta di atas kertas.

2. Tata Ruang: Satu Ruang, Banyak Skenario

Ruang ini dipecah menjadi beberapa zona tanpa sekat keras, supaya fleksibel dan tetap terasa lega:

  • Zona meja bundar utama – pusat ruang, untuk makan bersama, diskusi, atau presentasi santai. Bentuk bundar mendukung komunikasi dua arah dan menghilangkan kesan hierarkis.

  • Zona lounge sofa – di kedua sisi, untuk pre-dinner drink, coffee meeting, atau menunggu tamu lain. Sofa linear berpasangan menciptakan komposisi formal tapi tetap santai.

  • Zona bar / show kitchen – area marmer hitam dengan urat emas yang kuat. Cocok untuk chef table, demo, atau sekadar menyajikan minuman dan dessert.

  • Koridor dan transisi – tetap digarap detail dengan panel, karya seni, dan pencahayaan agar pengalaman masuk dan keluar ruang terasa berlapis, tidak “kosong”.

Hasilnya: satu ruang bisa dipakai dari meeting ke makan siang formal, lalu berlanjut ke minum malam tanpa perlu pindah area.


3. Palet Warna: Tenang, Dalam, dan Terkurasi

Palet warnanya tidak teriak, tapi jelas punya karakter.

  • Base: abu-abu hangat dan cokelat gelap pada panel dinding dan plafon, memberi kesan stabil, dewasa, dan korporat.

  • Accent: merah bata dan biru kehijauan lembut di panel artwork—referensi ke palet tradisional Asia Timur yang kaya sejarah.

  • Soft tone: sofa dan kursi makan dalam warna krem dan off-white menenangkan, menyeimbangkan kepadatan motif dan tekstur.

  • Highlight: metal hangat pada lampu, detail meja, dan list memberikan efek quiet luxury tanpa harus banyak ornamen tambahan.

Karpet bermotif swirl biru–abu seperti marbling tinta jadi pengikat semua warna, membuat ruang terasa hidup tapi tetap terkendali.

4. Material & Tekstur: Layered Luxury, Bukan Ramai Tanpa Arah

Kekuatan ruang ini ada di layering material yang disiplin:

  • Panel dinding

    • Kombinasi panel kayu gelap dengan bidang tekstil dan panel gambar tradisional.

    • Framing geometri yang tegas menjaga ruang tetap modern, sehingga motif tradisional tidak terasa kuno.

  • Lantai karpet bermotif

    • Pola besar bergaya marbling memberi dinamika visual dari jauh, sekaligus meredam suara langkah dan percakapan.

    • Pilihan warna tetap sinkron dengan palet keseluruhan—tidak ada warna “nyasar”.

  • Meja bar & top meja

    • Batu hitam berurat emas kuat di area bar menjadi focal point kekuatan dan kemewahan.

    • Permukaan meja makan terasa lebih halus dan ramah untuk aktivitas dining, tetapi tetap menyatu secara visual.

  • Detail metal & kaca

    • Logam digunakan sebagai aksen: base sofa, kaki meja, handle, dan struktur chandelier.

    • Permukaan reflektif halus membantu memantulkan cahaya tanpa membuat ruang terasa berlebihan.


5. Pencahayaan & Plafon: Statement Tanpa Mengganggu Fungsi

Plafon bukan sekadar bidang datar:

  • Coffered ceiling dengan pola panel grid menambah depth dan memberi nuansa klasik yang rapi.

  • Inset panel bertekstur / warna berbeda di bagian tengah menjadi panggung bagi chandelier utama.

  • Chandelier skulptural di atas meja bundar jadi ikon ruang: bentuknya organik, lampu bulat-bulat hangat, dan sebaran cahaya diarahkan ke meja sehingga wajah tamu terlihat baik di foto maupun tatap muka.

  • Downlight kecil tersebar rapi untuk general lighting tanpa menabrak fokus utama.

  • Wall sconce menambahkan layer cahaya lembut, ideal untuk suasana jamuan malam yang lebih intim.

6. Furnitur: Formal, Nyaman, dan Foto-Friendly

Setiap kursi dan sofa jelas dipilih untuk jam duduk yang panjang, bukan sekadar cantik di gambar.

  • Kursi makan dengan sandaran melengkung menyanggah punggung, kaki kayu ramping namun kokoh, memberi kesan elegan dan profesional.

  • Sofa linear di lounge konsisten secara bentuk: garis tegas, dudukan cukup dalam, cushion proporsional. Cocok untuk tamu dengan gaya berpakaian formal—tidak membuat postur terlihat canggung.

  • Coffee table dan sideboard berprofil tipis, dengan kaki metal ramping; visualnya ringan, tapi tetap terasa premium.

Proporsi furnitur dibuat seimbang dengan skala ruang dan tinggi plafon, sehingga walau meja bundar besar dan lampu dramatis, ruang tidak terasa sesak.


7. Storytelling Visual: Identitas Kantor yang Tersirat

Motif-motif yang muncul bukan dekorasi acak:

  • Panel crane terbang menyampaikan narasi tentang harapan, kemajuan, dan hubungan jangka panjang.

  • Panel bernuansa koi / tekstil merah memberi simbol ketekunan, keberhasilan, dan kemakmuran.

  • Mural lanskap dan arsitektur tradisional di area bar/dining pendukung membangun rasa tempat—seperti undangan untuk “berjalan” masuk ke dunia lain sejenak dari sibuknya kantor.

Semua ini memperkuat pesan bahwa kantor ini menghargai detail, budaya, dan pengalaman tamu—cerminan langsung dari cara mereka bekerja.

8. Pengalaman Pengguna: Dari Pintu Masuk sampai Kursi Terakhir

Perjalanan pengguna dirancang halus:

  • Masuk dari koridor dengan karpet berpola dan panel hangat, mood langsung bergeser dari area kerja ke area jamuan.

  • Mata diarahkan ke meja bundar dan chandelier, menandakan “ini adalah pusat kegiatan”.

  • Lounge di samping menawarkan “landing area” untuk menunggu atau menutup pertemuan.

  • Bar dan chef table di ujung memberikan opsi aktivitas lain tanpa harus keluar ruang.

Secara keseluruhan, ruang ini membuat jamuan kantor terasa seperti undangan ke private club eksklusif, fungsional untuk bisnis, sekaligus menjadi pengalaman yang diingat tamu setelah pertemuan selesai.


Chat us on whatsapp